Y. Eva Tan Conservation Reporting Fellowship – Bahasa Indonesia

    Membangun kapasitas jurnalis muda dan calon jurnalis lingkungan untuk meliput isu di wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi. 

    Dampak kerusakan lingkungan semakin nyata. Di tengah situasi ini, jurnalisme lingkungan yang kuat, tajam dan berkualitas menjadi kebutuhan yang mendesak. Sayangnya, secara umum, liputan lingkungan juga turut tertekan oleh perubahan model bisnis media yang memangkas sumber daya peliputan, menyempitnya kebebasan pers di banyak negara dan minimnya peluang bagi jurnalis di tahap awal karir. Kondisi tersebut paling terasa di wilayah yang paling terdampak oleh krisis iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, kerusakan lingkungan, dan ancaman terhadap masyarakat adat dan komunitas lokal. 

    Menanggapi situasi ini, Mongabay menghadirkan Y. Eva Tan Conservation Reporting Fellowship Program. Program ini membuka kesempatan bagi jurnalis dari kawasan keanekaragaman hayati di negara-negara tropis untuk meliput isu-isu lingkungan yang kritis. Para peserta akan memperoleh pelatihan, pengalaman liputan, serta rekam jejak profesional yang dapat mengembangkan karier di bidang jurnalisme dan komunikasi. Dalam jangka panjang, Mongabay berharap para peserta bisa memiliki jaringan global Mongabay dan kesempatan menjadi kontributor. [Lihat cerita peserta: English | Español]

    Tentang Program

    Program Y. Eva Tan Conservation Reporting Fellowship bermula dari pengalaman panjang Mongabay dalam menjalankan program magang, yang selama ini berperan penting dalam memperkuat kapasitas jurnalis lingkungan, sebuah bidang yang tak selalu mudah diakses oleh jurnalis pemula. Sejak 2008, program ini telah memberikan pelatihan serta pengalaman peliputan langsung kepada puluhan jurnalis muda di lebih dari belasan negara. Banyak alumni magang Mongabay yang kemudian meniti karir sebagai jurnalis profesional, praktisi komunikasi di lembaga ilmiah dan organisasi konservasi, hingga bergabung dan berkarya di Mongabay sendiri. 

    Pada periode 2026-2028, program fellowship ini akan mendukung sedikitnya 34 fellow setiap tahun, yang terbagi dalam beberapa bahasa: 

    • Enam belas fellow berbahasa Inggris di Global Bureau, termasuk lima yang berfokus pada isu kelautan di Asia Tenggara;
    • Enam fellow berbahasa Spanyol, Mongabay Latam;
    • Enam fellow berbahasa Indonesia, Mongabay Indonesia;  
    • Enam fellow berbahasa Portugis di Global Bureau.

    Jadwal pendaftaran dan detail masing-masing program dapat berbeda, calon peserta perlu mencermati secara seksama. Selama program berlangsung, para fellow akan bekerja bersama editor Mongabay dari berbagai latar belakang keahlian. Mereka akan mengasah kemampuan liputan lingkungan sekaligus membangun portofolio karya orisinal yang dapat memperkuat posisi mereka di dunia jurnalisme.

    Tentang Y. Eva Tan

    Eva memiliki kepedulian terhadap kesetaraan bagi seluruh manusia dan pelestarian habitat alam, baik flora dan fauna. Dia juga sangat peka terhadap upaya menciptakan kesempatan bagi semua orang, tanpa memandang asal negara, etnis, dan kemampuan. 

    A Malagasy journalist conducting an interview in Madagascar.
    A Malagasy journalist conducting an interview in Madagascar.

    Informasi Teknis

    Fellowship Bahasa Indonesia tahun 2026 akan berlangsung dari 1 April hingga 30 September. Pendaftaran telah ditutup. 

    Setiap fellow akan menerima pendanaan sebesar USD 250 per bulan selama enam bulan, atau total USD 1.500. Dalam periode tersebut, fellow akan bekerja langsung bersama editor fellowship untuk menghasilkan enam laporan. Kesempatan berkolaborasi dengan beberapa editor Mongabay, termasuk editor dengan spesialisasi isu tertentu. 

    Setiap fellow perlu menyediakan komitmen waktu sekitar 10 jam per minggu. Selama masa fellowship, setiap fellow ditargetkan menghasilkan rata-rata satu laporan per bulan untuk dipublikasikan di situs Mongabay. 

    Seluruh pekerjaan dilakukan secara jarak jauh. Mongabay tidak memiliki kantor fisik.

    Kriteria Peserta

    • Warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia.
    • Peserta merupakan jurnalis lingkungan pemula (dan/atau di tahap awal karir) atau memiliki keinginan kuat untuk menekuni bidang tersebut (pengalaman menjadi jurnalis kurang dari 3 tahun)
    • Peserta mampu bekerja jarak jauh dan berkomitmen minimal 10 jam per minggu.
    • Tidak ada ketentuan latar belakang pendidikan tertentu untuk mengikuti program ini. Program ini tidak terafiliasi dengan institusi pendidikan tertentu. 
    • Seluruh dokumen dan isian pendaftaran wajib mengikuti ketentuan yang tercantum; aplikasi yang tidak sesuai dengan pedoman akan dinyatakan gugur. 

    Kriteria Penilaian

    • Pemahaman dasar serta minat pada peliputan dan penulisan berita;
    • Memiliki ketertarikan jelas pada isu lingkungan dan konservasi;
    • Memiliki minat yang kuat untuk menekuni jurnalisme lingkungan sebagai jalur karier;
    • Mampu berkomunikasi secara efektif;
    • Memiliki kapasitas untuk memenuhi seluruh persyaratan fellowship serta rencana peliputan yang telah ditetapkan.

    Persyaratan Pendaftaran

    Melalui formulir pendaftaran, pendaftar akan diminta mengisi informasi kontak dasar, menjawab beberapa pertanyaan mengenai minat Anda, dan mengunggah dokumen berikut:

    • Resume (maksimal 1-2 halaman)
    • Surat lamaran (maksimal 1 halaman) memperkenalkan diri Anda dan menjawab pertanyaan berikut:
      • Bagaimana jurnalisme lingkungan berperan dalam rencana karier Anda?
      • Mengapa Mongabay perlu memilih Anda untuk fellowship ini?
    • Satu contoh tulisan jurnalistik, (sudah dipublikasikan atau belum) yang mencerminkan kemampuan dan kualitas karya terbaik Anda. (Tulisan bertema konservasi atau lingkungan akan menjadi nilai tambah). 

    Proses Seleksi

    Seleksi akan dilakukan oleh tim internal Mongabay dan pendaftar akan menerima pemberitahuan mengenai status aplikasi setidaknya tiga minggu sebelum program dimulai. Aplikasi akan ditinjau secara bergulir, sehingga pengiriman lebih awal sangat disarankan.